Jalanku….ooohhh…

Ini lah salah satu kondisi yang kurang mengenakkan dan sangat mengganggu aktivitas keseharian warga cepu. Kondisi jalan yang berlubang dalam dan sangat berbahaya bagi pengendara sepeda maupun sepeda motor, khususnya pada saat terjadi genangan di jalan itu. Baca lebih lanjut

Enthung

Orang menyebut dengan istilah enthung, ungker dan sebagainya; namun yang jelas kepompong ulat yang memakan daun jati tersebut setiap musim banyak diburu oleh warga sekitar hutan untuk dijadikan menu tambahan bagi keluarganya. Enthung ini merupakan salah satu makanan favorit bagi sebagian warga Cepu. Baca lebih lanjut

Wajah Kotaku

Belum lama ini aku berkesempatan untuk kembali menyapa kotaku Cepu tercinta. Banyak perubahan yang menunjukkan adanya geliat pembangunan perekonomian. Semakin banyak hotel yang dibangun, bertambahnya pasar modern, serta berkembangnya usaha kuliner; semuanya menunjukkan adanya peningkatan kegiatan perekonomian di kota ini. Baca lebih lanjut

Cepu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Blora dengan luas wilayah 4.897,425 ha dan jumlah penduduk sebanyak 77.880 jiwa. Secara administratif, Kecamatan Cepu terbagi dalam 11 desa dan 6 kelurahan.  Desa dan kelurahan di Kecamatan Cepu meliputi: (1) Balun, (2) Cabeyan, (3) Cepu, (4) Gadon, (5) Getas, (6) Jipang, (7) Kapuan, (8) Karangboyo, (9) Kentong, (10) Mernung, (11) Mulyorejo, (12) Ngelo, (13) Nglanjuk, (14) Ngloram, (15) Ngroto, (16) Sumberpitu, dan (17) Tambakromo.

Cepu memiliki beberapa kesenian tradisional yaitu Tayuban dan Barongan. Makanan khas dari Cepu antara lain ledre pisang raja, nasi pecel, bethithi, lonthong tahu(campur). Penduduk kota Cepu juga memiliki dialek khas yang sangat terkenal, yaitu “em” dan  “leh”. “em” digunakan sebagai pengganti kepunyaan, misalnya “bukuem” berarti “bukumu”, sedangkan “leh” mungkin bisa dipadankan dengan kata “toh” dalam Bahasa Indonesia, misalnya “iki piye leh?” bisa diartikan sebagai “ini gimana toh?”.  Selain itu juga ada istilah khas dalam dialek masyarakat cepu yang berarti “masa bodoh”, yaitu istilah “mboyak, sutoh”

Percobaan

Blog ini dibuat dengan semangat untuk menginformasikan lokasi-lokasi wisata di Cepu, tanpa ada tujuan untuk mencari keuntungan dalam bentuk apapun. Blog ini dibuat sebagai realisasi dari hasil perbincangan di grup facebook CEPU CENTER, dan sekarang ini masih dalam taraf rancang bangun, sehingga masih banyak informasi yang belum bisa ditampilkan. Oleh karena itu, diharapkan bantuan dari dulur-dulur untuk membantu mengisi semua bagian tersebut dengan memberikan foto, alamat, nomor telpon, deskripsi singkat, dan data-data lain yang diperlukan. Misalnya, data untuk penginapan berikut dengan daftar tarif kamar. Matur nuwun…